Sabtu, 14 Juli 2012

Motif-motif Yang Digunakan Dalam Batik Riau

Motif batik Riau untuk saat ini terdiri dari berbagai macam motif, yang sudah dikembangkan lebih kurang 200 motif. Motif-motif batik Riau yang sudah mempunyai Hak Paten (HaKI) sebanyak 39 motif. Motif-motif tersebut antara lain :

  1. Kembang Berisi Keluk Anak
  2. Kembang Penuh Putri Berhias
  3. Daun Paku Buluh Bertunas
  4. Kembang Berhias Tumpang Tindih
  5. Bunga Matahari Mutiara Bersusun
  6. Bunga Mekar Kuntum Bersanding
  7. Bunga Kapas Putri Berhias
  8. Bunga atahari Bertabur Kuntum
  9. Bunga cengkeh Mekar Penuh
  10. Bunga Bintang Hias Bersiku
  11. Kembang Penuh Wajik Bersambung
  12. Kembang Terkulai Bintang Bertabur
  13. Kuntum Mekar Wajik Bersusun
  14. Kuntum Penuh Tajuk Melambai
  15. Kuntum Berangkai Mekar Penuh
  16. Kesuma Mekar Bertangkup
  17. Kuntum Mekar Jalur Berhias
  18. Kuntum unga Mekar Melambai
  19. Sari Bertabur Kuntum Penuh
  20. Wajik Susun Bertabur Anak
  21. Kembang Berisi Tampuk Lima
  22. Kembang Penuh siku Beradu
  23. Dayang Daun Kembang
  24. Kemabang Berhias Kuntum Muda
  25. Bunga Mekar Pelangi Bersusun
  26. Bunga Penuh Awan Jingga
  27. Bunga Kundu Putri Bangsawan
  28. Bunga Matahari Keluk Berlapis
  29. Bunga Bertabur Tangkai Penuh
  30. bintang-Bintang mekar Berseling
  31. Kembang semangat Tajuk Bidadari
  32. Kembang Tersusun Kuntum Terkulai
  33. Kuntum Muda Kelopak Daun
  34. Mekar kusuma Daun Bertindih
  35. Kuntum Bercabang Bintang-bintang
  36. Kuntum Bersusun Penuh
  37. Kuntum Mekar Kembang Bertabur
  38. Kuntum Mekar Tanjung Bersusun
  39. siku-siku Kelopak Bersusun
December 10, 2009

Sejarah Batik Riau Munculnya Batik Tabir

Sejarah Batik Riau Munculnya Batik TabirBatik Tabir inilah Motif Batik Riau yang terkenal saat ini. Namun pada mulanya kalau kita melihat Sejarah Batik Riau dimulai pada zaman kerajaan Daik Lingga dan Kerajaan Siak, pada saat itu dikenallah suatu kerajinan tangan yang terkenal dilingkungan kerajaan para bangsawan istana, yaitu dalam bentuk kerajinan Batik Cap. Tentu berbeda sekali dengan Batik Tabir yang ada sekarang. Mari Kita lanjutkan ceritanya.

Jadi pada masa itu Bati Cap menggunakan bahan cap yanhg terbuat dari perunggu yang berisikan motif-motif khas. Masing-masing cap memiliki motif yang unik. Jelasnya masing-masing cap mempunyai motif yang berbeda-beda pula. Pola dan cara membatik dengan batik cap ini sangat berbeda dengan batik tulis dan batik lainnya. Oleh sebab itu untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dari batik cap ini terlebih dahulu bahan cap dicacahkan kepada bahan pewarna lalu dicapkan pada bahan yang telah kita sediakan sehingga motip yang ada pada cap akan pindah kepada bahan dasar kain yang kita sediakan. Biasanya warna yang digunakan adalah warna kuning dan perak, kain dasar yang dugunakan adalah bahan dasar sutera atau bisa pula bahan halus lainnya yang biasanya bewarna hitam gelap. Motifnya tidak jauh berbeda dengan Kerajinan Tekad.

Seiring waktu berlalu maka Batik Cap ini berubah menjadi "Telepuk," setelah itu bahan untuk cap berubah pula tidak berupa perunggu lagi, yaitu dari bahan kayu lembut yang di ukir sesuai motif yang di inginkan. ketika ada keperluan tertentu bahan cap bisa dibuat dari bahan buah-buahan yang keras, contohnya Kentang. Bahan cap dari buah ini biasanya hanya untuk sekali pakai saja atau tidak permanen sifatnya, notifnya sebatas ukuran bahan yang digunakan. ketika masa pemerintahan raja-raja mulai berakhir, maka berakhir pulalah keberadaan Batik Cap ataupun Telepuk sampai beberapa waktu kemudian.

Semangat untuk tetap melestarikan dan menghidupkan kembali nuansa batik tersebut, maka Pemerintah Provinsi Riau pada tahun 1985 mengambil inisiatif untuk menumbuh kembangkan batik ini dengan cara memberikan pelatihan membatik kepada masyarakat Riau. Namun bukan batik cap yang diceritakan diatas, melainkan membatik yang mempunyai kesamaan dengan batik Jawa yang menggunakan Canting, tetapi motif yang di pergunakan adalah murni motif Melayu Riau.

Waktu berjalan, pada tahun 2004 Ketua Dekranasda Provinsi Riau, Ibu Dra. Hj. Septina Primawati Rusli, MM., kembali membangkitkan kerajinan batik ini dengan menggunakan pola baru pada disain. Dengan cara ini sehingga kelihatan khas batik Riau dibandingkan dengan batik daerah lainnya melalui tangan terampil seorang seniman yang juga pengurus Dekranasda Provinsi Riau yaitu H. Encik Amrun Salmon, lalu dibuatlah percobaan demi percobaan yang akhirnya dapat menghasilkan suatu pola baru dengan membuat batik tulis/colet berpola dengan mengambil ilham dari tabir belang budaya Melayu Riau yang bergaris memanjang dari atas ke bawah dengan motif-motif Melayu yang ada, ini terutama terdapat pada tabir pelaminan Melayu Riau.

Maka dari motif-motif yang ada ini pula dikembangkan menjadi sebuah motif baru yang di beri nama sesuai aslinya. Dari pengembangan motif tradisional yang ada diciptakan motif baru yang tak lari dari akarnya yaitu antara lain: Bungo Kesumbo, Bunga Tanjung, Bunga Cempaka, Bunga Matahari Kaluk Berlapis, dll. Batik Riau ini tumbuh berkembang dan diberi nama "Batik Tabir".

Nah dari sanalah lahirnya Motif Batik Riau yang terkenal dengan nama Batik Tabir pada masa sekarang ini.

Dalam penulisan ini masih banyak kekurangan disa sini, bagi para pembaca yang lebih mengetahui mohon masukaanya di kolom komentar.

(dari berbagai sumber)